PELUANG USAHA

KAMI MENCARI AGEN SUSU KAMBING ETAWA DI SELURUH DUNIA DAN JADILAH AGEN KAMI YANG MEMIIKI HAK WILAYAH DENGAN PRODUK KAMI YANG BEGITU MENJANJIKAN KHASIATNYA ( SUSU KAMBING ETAWA ). INFO LEBIH LANJUT BUKA SISTEM KEAGENAN DAN DAPATKAN HARGA YANG BEGITU MENARIK

KEADAAN SOLO SETELAH TERJADI BAKU TEMBAK ( 3 TEWAS )

Image Beginilah pemandangan pos polisi Singosaren Solo. Dua pasukan anggota Brimob dengan persenjataan lengkap hingga kemarin masih berjaga-jaga di area Pos Polisi Singosaren Solo, lokasi terjadinya penembakan yang mengakibatkan satu polisi tewas.

SOLO– Baru sehari setelah aksi penembakan pos polisi di Singosaren, tadi malam Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyergap kelompok teroris di Solo, Jawa Tengah. Dua tersangka teroris dan seorang anggota Densus tewas dalam baku tembak di Jalan Veteran,Tipes, sekitar 3 kilometer dari pos polisi Singosaren. Sejumlah saksi mata menuturkan, sekitar 10 orang tiba-tiba mengepung dua pengendara motor tak jauh dari gedung pusat perbelanjaan Lotte Mart.

Dua pengendara motor belakangan diketahui sebagai terduga teroris. Mereka disergap anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang telah menguntit sejak di Terminal Kota Solo. Baku tembak berlangsung cepat. Terdengar tembakan beruntun disusul terkaparnya dua pria pengendara motor. ”Satu orang tergeletak bersimbah darah dan seorang lagi helmnya pecah. Petugas berpakaian preman kemudian membawa masuk ke mobil dan meninggalkan tempat ini,” ujar Saryanto,55,warga Purwosari, di lokasi kejadian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan,dua tersangka teroris dan seorang anggota Densus 88 tewas dalam kontak senjata tersebut.”Anggota yang meninggal atas nama Bripda Suherman. Adapun barang bukti senjata api milik pelaku telah disita untuk cek puslabfor,”kata Boy di Jakarta tadi malam. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, tersangka teroris yang disergap Densus 88 merupakan pelaku teror di Solo pada tanggal 17, 18, dan 30 Agustus 2012.

“Kelompok ini telah diidentifikasi. Selain dua yang tewas itu, seorang dari jaringan tersebut berhasil diamankan,” ungkap Julian. Pantauan di lapangan, seorang terduga teroris yang berhasil ditangkap dibawa ke RumahSakitBrayatMinulyo. Hingga pukul 22.30 WIB, pria yang menderita luka tembak itu masih ditempatkan di Ruang Instalasi Gawat Darurat.Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol Didiek S Triwidodo dan Kepala Kepolisian Resor Kota Solo Kombes Pol Asdjima’in serta Panglima Kodam IV Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso terlihat di rumah sakit.

Namun, mereka belum memberikan keterangan. Seperti diberitakan,serangan beruntun terjadi di Solo.Dua pengendara motor memberondong tembakan ke pos polisi Gemblengan, Jumat (17/8). Sehari setelah itu, giliran pos polisi Gladak yang dilempar granat nanas.Teror berlanjut pada Kamis (30/8) malam saat dua pengendara motor memberondongkan tembakan ke pos polisi Singosaren dan menewaskan Bripka Dwi Data Subekti.

Sebelumnya,Markas Besar Polri menduga serangan beruntun di pos polisi di Solo sebagai aksi teror terorganisasi oleh kelompok yang resisten terhadap kepolisian.“Ini bukan kejahatan konvensional. Ini sudah mengarah ke perbuatan teror,” ujar Boy. Khusus kejadian di Singosaren, Boy menduga penembakan berkaitan dengan insiden sebelumnya. Dia memastikan,teror tidak berkaitan dengan politik. ”Tidak ada dugaan mengarah ke Pilkada DKI Jakarta,”sebut dia.

Boy mengatakan, semua pihak harus melihat persoalan ini secara proporsional dan jangan terjebak dengan pemikiran yang tidak dilandasi fakta. Polisi, kata dia, sudah memeriksa 13 saksi untuk pendalaman kasus penembakan di Singosaren. Dari hasil visum terhadap korban, terdapat empat tembakan di bagian dada.“Ada selongsong peluru yang ditemukan yang menjadi bagian penting untuk proses penyelidikan,”tutur dia.

Pengamat terorisme Nurhuda Ismail menilai, pelaku teror di Solo merupakan individu terlatih yang memiliki nyali besar.Namun, menurutnya, mereka yang terlatih selain orang-orang yang pernah berlatih terorisme juga bisa berasal dari aparat atau mantan aparat seperti kepolisian dan TNI.“Kita jangan langsung menuding bahwa teror ini dilakukan oleh kelompok tertentu.

Karena pada insiden pertama di Solo ternyata pelakunya kan disertir polisi yang punya dendam terhadap institusi,” papar Nurhuda. Dia juga tak melihat bahwa apa yang terjadi di Solo terkait Pilkada DKI.Menurut dia, ini tindakan teror yang bisa dilakukan siapa saja, namun tidak ada hubungannya dengan kegiatan politik. “Kenapa di Solo? Ya, kita juga belum bisa memberikan pandangan karena ini memang bisa dilakukan siapa saja,”imbuhnya.

Wali Kota Solo Joko Widodo mengutuk serangan beruntun di Solo hingga menewaskan polisi. Menurut Jokowi, teror tersebut tak berperikemanusiaan. Apalagi bila serangan itu berkaitan dengan dirinya yang maju pada Pilkada DKI Jakarta. “Yang saya heran itu selama tujuh tahun tenang (periode kepemimpinan Jokowi-Rudy) ga pernah ada masalah.Begitu saya di DKI (maju Pilkada) bertubi- tubi dalam waktu tiga bulan ini,”kata Jokowi,demikian dia akrab disapa, di Rumah Dinas Loji Gandrung.

Peristiwa bertubi-tubi di Kota Solo yang dimaksudkannya diawali bentrok ormas dengan warga Gandekan, Jebres, awal Mei lalu. Kemudian penembakan Pos Pam 05 Gemblekan, 17 Agustus 2012 dan pelemparan benda peledak di Pos Pam Gladak, 18 Agustus 2012. Jokowi meminta polisi mengungkap kasus itu sampai tuntas.Dia tak mau mengumbar prasangka ada benang merah insiden-insiden itu dengan pertarungannya di Pilkada DKI Jakarta, termasuk pihak-pihak yang mengambil keuntungan di balik teror di Kota Solo. “Mudah-mudahan tidak ada kaitannya.Teroris? Saya tidak mengerti dan tidak mau menduga- duga,”lanjut dia.

Berlakukan Siaga 1

Rentetan teror di Solo mengundang keprihatinan banyak pihak.Anggota Komisi I DPR Tjahjo Kumolo mendesak Polri meningkatkan status keamanan di Solo menjadi siaga 1. Dia menilai koordinasi intelijen dengan aparat keamanan gagal dalam mengantisipasi peristiwa yang meresahkan itu. “Solo itu target pengamanan di Jawa Tengah.Solo sumbu pendek.Target-target operasi yang dilakukan berimplikasi nasional.

Selain itu, di Jawa Tengah juga target pengamanannya Banyumas,Pekalongan,dan Semarang, ”kata kader PDIP ini di Solo kemarin. Dia menjelaskan,Komisi I DPR yang membidangi pertahanan dan intelijen mendesak Polri mengusut tuntas kasus yang meresahkan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar